Artikel
Mei 28, 2021 - Posted by

Pandemi Covid-19 yang telah terjadi selama dua tahun belakangan, kian berkembang secara cepat. Hal ini, ditandai oleh hadirnya varian corona baru di beberapa negara.

Mutasi virus corona disebabkan dari materi genetik yang dimiliki virus corona. Pasalnya, materi genetik virus corona ialah RNA, yang mana virus bermateri genetik RNA memiliki tingkat mutasi lebih tinggi dibandingkan virus DNA.

Hingga saat ini, terdapat dua mutasi berbeda pada virus corona, yakni penghapusan H69/V70 dan D614G. Mutasi D614G pertama kali ditemukan di wilayah Eropa. Setelah itu, diikuti penemuan varian corona lainnya di Afrika Selatan dan Brazil.

Varian Corona

Tahun 2020, terdapat tiga varian corona yang teridentifikasi menyebabkan SARS-Cov-2. Akan tetapi, di tahun 2021 CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan WHO (World Health Organization) mengklasifikasi kembali varian corona baru berdasarkan levelnya, yaitu.

1. Variant of Interest (VOI)

Varian yang terdapat penanda genetik spesifik, kemudian dikaitkan dengan perubahan pada pengikatan reseptor, pengurangan netralisasi oleh antibodi yang dihasilkan terhadap infeksi atau tingkat keparahan penyakit. Varian corona yang tergolong dalam klasifikasi ini, di antaranya.

Label WHO Baru Pango Lineage Subsitusi Spike Proteins Nama (Nexstrain) Deteksi Pertama

(tanggal dan lokasi)

Epsilson B.1.4.2.7/B.1.4.2.9 L423R, D614G/ S13I, W152C, L452R, D614G 20C/S:452R

 

U.S

(Maret 2020)

Zeta P.2 E484K, D614G, V1176F   Brazil

(April 2020)

Eta B.1.5.2.5 A67V. 69del, 70del, 144del, E484K. D614G, Q677H, F888L 20A/S:484K United Kingdom atau Nigeria

(Desember 2020)

Theta P.3     Filipina

(Januari 2021)

Iota B.1.5.2.6     US

(November 2020)

Kappa B.1.6.1.7.1     India (Oktober 2020)


2. Variant of Concern
(VOC)

Varian yang memiliki peningkatan dalam penularan serta menyebabkan penyakit lebih parah sehingga membutuhkan tindakan medis yang sesuai. Selain itu, varian VOC memiliki satu mutasi spesifik yang disebut D614G, sehingga dapat menyebar lebih cepat dibandingkan varian lain yang bukan hasil dari mutasi ini. Di bawah ini, varian yang termasuk dalam klasifikasi level variant of concern (VOC).

Label WHO Baru Pango Lineage Subsitusi Spike Proteins Nama (Nexstrain) Deteksi Pertama

(tanggal dan lokasi)

Alpha B.1.1.7 69Del, 70del, 144del, E484K, S494P, N501Y, A570D, D614G, P681H, T7161, S982A, D1118H 20I/501Y.V1 Inggris

(September 2020)

Beta B.1.3.5.1 D80A, D215G, 241del, 242del, 243del, K417N, E484K, N501Y, D614G, A701V 20H/501.V2 Afrika Selatan (May 2020)
Gamma P.1 L18F, T20N, P26S, D138Y, R190S, K417T, E484K, N501Y, D614G, H655Y, T1027I 20J/501Y.V3 Japan/Brazil

(November 2020)

Delta B.1.6.1.7.2 L452R, E484Q, D614G 20A India

(Oktober 2020)


3. Variant of High Consequences

Varian ini, dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Di samping itu, virus pada varian high consequences tidak dapat dikalahkan oleh pelbagai tindakan medis, seperti vaksin, antibodi monoklonal, hingga obat antivirus. Selaras dengan hal tersebut, belum ditemukannya varian corona yang sesuai dengan definisi ini.

Jumlah kasus pada varian Corona di Indonesia

Kasus dari beberapa varian corona telah masuk di Indonesia. Hal tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan pada 30 April 2021. Keberadaan varian corona ini dideteksi dengan menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Berikut data kasus sebaran varian corona di Indonesia.

  • B.117, kasus varian yang tergolong dalam variant of concern ini terdeteksi di Indonesia pada Januari 2021. Sampai saat ini, kasus varian corona B117 telah terjadi di beberapa daerah, di antaranya Jakarta 2 kasus , Jawa Barat 5 kasus, Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 1, Kalimantan Selatan 1 , Kalimantan Utara 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus, dan Bali 1 kasus.
  • B1525, sebaran kasus varian pertama kali pada Januari 2021 di Batam dengan jumlah 1 kasus.
  • B1617, varian dari India ini ditemukan sebarannya di Riau 1 kasus dan Jakarta 1 kasus.
  • B1351, varian Afrika Selatan ini ditemukan sebarannya di Bali dengan 1 kasus.

Dengan demikian, adanya berbagai varian corona yang telah masuk di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Sehingga, dapat memutus rantai penyebaran virus corona.

References:

cdc.gov

kemkes.go.id

who.int

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Gedung Bumi Mandiri Tower I, Lantai 4/410 Jl. Basuki Rahmat 129-137, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.