img post thumbnail url
Articles
Juli 15, 2022 - Posted by

Setelah terjadinya pandemi Covid-19 dan berbagai wabah, beberapa waktu lalu dunia kembali dikejutkan oleh kasus hepatitis akut pada anak. Berawal dari, bulan April adanya laporan sejumlah kasus hepatitis akut di beberapa belahan dunia.

 

Apa itu hepatitis akut pada anak?

Pengertian hepatitis sendiri diketahui sebgai keadaan peradangan hati atau liver yang disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, alkohol, kimia, dan gangguan autoimun maupun kelainan genetik. Pun, hepatitis dapat muncul secara langsung, tiba-tiba, dan hilang (sakit).

Berbeda dengan itu, hepatitis akut pada anak yang terjadi menyerang anak-anak sehat tanpa adanya gejala awal namun tiba-tiba bergejala parah. Akibatnya, keadaan ini disebut dengan hepatitis misterius oleh sejumlah peneliti karena memiliki keadaan yang berbeda dengan hepatitits pada umumnya.

Tidak hanya itu, melalui hasil laboratorium sejumlah anak-anak yang terserang hepatitis akut memiliki hasil negatif pada hepatitis A, B, C, D, dan E.  Tentunya, hal ini mengundang pelbagai pertanyaan.

Bahkan hasil laboratorium tadi menyatakan bahwa hepatitis akut merujuk pada infeksi adenovirus dengan gejala hepatitis.  Infeksi adenovirus diketahui positif pada seluruh jenis spesimen, yaitu urin, pernafasan, tinja, serum, darah lengkap, dan lainnya.

Wabah hepatitis ini sendiri, bermula terdeteksi pada 5 April 2022 di United Kingdom dan Irlandia Utara yang menginformasikan WHO jika adanya sepuluh kasus hepatitis parah tanpa gejala yang tidak diketahui pada anak-anak berusia  kurang daru 10 tahun di Skotlandia.

Selanjutnya, 22 Juni kemarin 33 negara di lima wilayah WHO ikut melaporkkan 920 kasus hepatitis akut pada anak. Di wilayah 20 negara Eropa sendiri melaporjkan 460 kasus, termasuk 267 kasus dari Inggris.

Tingginya kasus tersebut, menjadikannya kasus tertinggi kedua setelah wilayah Amerika yang memiliki 305 kasus hepatitis akut pada anak. Pun, diikuti oleh Pasifik Barat 61 kasus, Asia Tenggara 14 kasus, dan Mediterania Timur 2 Kasus.

Hingga akhir Juni 2022 di Indonesia sendiri, terdapat 70 kasus hepatitis akut pada anak yang tersebar di 21 provinsi. 70 kasus tadi, terbagi dalam 16 probable (mungkin),  14 pending, dan 40 discarded.

Kasus kematian di Indonesia akibat dari hepatitis akut mencapai 6 pasien, yang mana 3 orang berstatus probable dan lainnya pending classification.

Sayangnya, kasus hepatitis akut pada anak di beberapa negara kurang mendapat perhatian. Hal ini dikarenakan, terbatasnya skema pengawasan yang ditingkatkan.

Dengan itu, jumlah kasus hepatitis akut diperkirakan akan terus berkembang melalui data yang telah terverifikasi.

 

Penyebab & Gejala

Penyebab dari hepatitis akut hingga saat ini belum diketahui. Akan tetapi, proses penelitian secara epidemiologi, laboratorium, klinis, histopatologi dab toksiokologi serta berbagai otoritas tengah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dari wabah ini, baik secara biologis maupun kimiawi.

Berdasarkan data dari UK Health Security Agency, 19 Mei lalu menyatakan adanya dugaan penyebab hepatitis akut. Hipotesis ini, telah terjadi di Inggris dan Amerika.

Untuk itu, peneliti masih meneliti lebih lanjut keenam hipotesis tadi.  Keenam dugaan tersebut, antara lain adenovirus varian baru, adenovirus biasa, paparan obat, lingkungan, toksin, patogen baru, sindrom post-infeksi SARS-CoV-2, dan varian baru SARS-CoV-2.

Gejala yang dialami pasien dari wabah ini, di antaranya muntah, mual, demam ringan, dan diare berat. Lalu, gejala lainnya ialah air seni berwarna pekat layaknya teh dan BAB berwarna putih passi, gangguan pembekuan darah, warna mata dan kulit menguning, kejang serta diikuti kesadaran menurun.

 

Cara Pencegahan & Penanganan

Sejauh ini, penyebab dari wabah hepatitis akut pada anak belum diketahui mengakibatkan belum ditemukannya pula cara penularan dari penyakit tersebut. Untuk itu, WHO (World Health Organization) menyatakan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Berikut langkah-langkah pencegahan penyakit hepatitis akut.

  • Melakukan kebersihan tangan secara teratur, baik dengan mencuci tangan ataupun hand sanitizer, untuk menghindari penularan pelbagai penyakit
  • Mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan saat di luar rumah
  • Memakan makanan dalam keadaan matang serta bersih
  • Tidak menggunakan alat makan yang sama (bergantian) dengan orang lain
  • Menghindari kontak dengan orang sakit
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan

Selain itu, terdapat pula penganan penting yang dapat dilakukan saat terjadinya gejala hepatitis akut pada anak, yakni.

  1. Jika muncul gejala awal misalnya diare, mual, sakit peruh, muntah, dan disertai demam ringan disarankan untuk segera menuju fasilitas kesehatan terdekat.
  2. Tidak perlu menunggu adanya gejala berikutnya. Hal ini, untuk menghindari terlambatnya proses penanganan. Kemudian, jika terjadinya penurunan tingkat kesadaran diharapkan segera membawa pasien ke faskes tingkat lanjut yang memiliki fasilitas ICU anak.

Munculnya haepatitis akut atau misterius pada anak memicu tingkat kewaspadaan masyarakat agar tetap menerapkan kebiasaan protokol kesehatan dengan baik.

 

Reference

Infeksiemerging.kemkes.go.id

who.int

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-5, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Japfa Indoland Center, Japfa Tower II Lt. 8/810 Jl. Panglima Sudirman No. 66-68, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.