Artikel
Januari 17, 2022 - Posted by

Vaksin booster Indonesia baru akan diselenggarakan pada 12 Januari 2022. Vaksinasi ini, dilakukan akibat pelonjakan kasus positif corona dan kekhawatiran adanya varian baru yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Apa itu vaksin booster?

Vaksin booster merupakan penguat vaksin yang ditambahkan setelah dosis utama. Biasanya, booster akan terus diberikan secara berulang dalam jangka waktu tertentu sesuai  keadaan tubuh tiap orang.

Perlu diketahui pula, jika vaksin booster tidak tergolong dalam vaksin ketiga. Sebab, dalam beberapa situasi, vaksinasi ketiga termasuk ke dalam vaksin dosis utama.

Selanjutnya, cara kerja utama vaksin booster ialah dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh dari dosis utama setelah adanya penurunan pelindungan. Jadi, sistem imun tubuh yang dihasilkan dari dosis utama vaksin seiring berjalannya waktu akan menurun kemudian diperkuat melalui booster.

Dengan kata lain, sel B yang menurun akan dilipat gandakan sehingga meningkatkan antibodi dalam tubuh. Bahkan, booster berperan dalam afinitas maturasi yang mana saat sel B telah diberikan vaksin, ia akan berpindah ke kelenjar getah bening kemudian bermutasi.

Hasil mutasi inilah, menghasilkan antibodi yang lebih kuat untuk melawan virus. Studi mengenai analisis tadi, telah dibuktikan melalui pengujian beberapa vaksin Covid-19, seperti AstraZeneca, Sinovac, Moderna, dan Pfizer.

Di samping itu, pelaksanaan vaksinasi booster telah dilakukan sebelumnya untuk beragam penyakit lainnya, yaitu rubella, cacar air, difteri, gondok, tetanus, dan campak. Dengan demikian, kekhawatiran akan efek samping dari booster perlu diurungkan. Hal ini dikarenakan, efek samping yang ada masih dikatakan aman, walau masih dalam penelitian lebih lanjut.

Vaksin booster Indonesia

Vaksin booster Indonesia secara resmi dilakukan pada 12 Januari 2022. Program pemberian booster ini, akan dilakukan secara cuma-cuma atau gratis bagi masyarakat Indonesia dan dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

Adapun, sasaran dari vaksin booster Indonesia, yakni masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan memperioritaskan lansia serta penderita imunokompromais. Tak hanya itu, masyarakat yang telah melakukan vaksin dosis utama secara lengkap dalam kurun waktu 6 bulan atau lebih memiliki prioritas yang sama untuk booster.

Kombinasi vaksin booster Indonesia yang digunakan, di antaranya.

  • Booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca, akan diberikan untuk penerima vaksin primer Simovac.
  • Booster setengah dosis Moderna, diberikan untuk yang mendapatkan vaksin primer AstraZeneca.

Mix-match booster ini, berdasarkan hasil riset yang telah disetujui oleh BPOM dan ITAGI. Pun, pengkombinasian ini telah sesuai dengan rekomendasi WHO, yaitu vaksin yang digunakan sebagai booster, antara lain sejenis, homolog, dan heterolog.

Pengertian homolog sendiri, adalah vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama saat dosis utama. Sementara, yang dimaksud dengan heterolog ialah jenis vaksin yang digunakan untuk booster berbeda dengan vaksin dosis utama.

Penggunaan booster heterolog menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster homolog. Di samping itu, penggunaan setengah dosis booster menunjukkan peningkatan level antibodi yang sama dengan booster dosis penuh sehingga memberikan dampak KIPI lebih ringan. Hal tersebut, didapatkan dari hasil beberapa penelitian dalam maupun luar negeri.

Perlukah vaksinasi booster?

Hadirnya perdebatan antar peneliti terkait perlu atau tidaknya booster saat ini. Hal ini dikarenakan, pelaksanaan vaksinasi booster saat ini bukanlah hal utama.

Salah satu, penelitian di Tel Aviv menunjukkan bahwa potensi terinfeksi virus corona dapat terjadi pada masyarakat yang melakukan vaksinasi di awal tahun 2021. Berikutnya, masyarakat yang divaksinasi pertengahan tahun kemarin memiliki potensi lebih rendah untuk terpapar.

Penelitian tadi, selaras dengan pendapat peneliti Pfizer-BioNtech yang menyatakan jika vaksinasi booster perlu segera dilakukan mengingat efektivitas vaksin terhadap penyakit simtomatik kian menurun setelah enam bulan.

Sayangnya, pelaksanaan vaksinasi booster jika dilaksanakan dalam waktu dekat ini dianggap kurang tepat oleh pelbagai peneliti lainnya.  Dikarenakan, masih adanya beberapa negara yang belum memvaksinasi seluruh warganya.

Seperti diketahui, salah satu faktor utama untuk mengakhiri suatu pandemi ialah memvaksinasi seluruh populasi. Dengan demikian dapat menurunkan tingkat penyebaran dan infeksi.

 

Reference

sehatnegeriku.kemkes.go.id

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Japfa Indoland Center, Japfa Tower II Lt. 8/810 Jl. Panglima Sudirman No. 66-68, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.