Artikel
Agustus 16, 2021 - Posted by

Langkah pertama dalam penyelidikan kasus forensik ialah mengumpulkan bukti fisik. Salah satu bukti fisik yang kerap digunakan, yaitu sidik jari.

Akan tetapi, pengumpulan bukti tersebut hanya dapat dilakukan dengan menggunakan teknik analitis. Selanjutnya, tiap hal yang ditemukan di lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dapat menjadi suatu rangkaian yang dibutuhkan untuk menentukan peristiwa sebelumnya yang mengarah ke penyelidikan.

Sidik jari isotop

Sidik jari isotop merupakan tanda kimia unik yang terkandung dalam sampel atau material yang kian banyak digunakan untuk mengungkapkan bukti kasus forensik. Berikut tiga cara mengenai sidik jari isotop pada investigasi forensik.

  1. Rasio isotop digunakan untuk menentukan apakah sesuatu bahkan seseorang terkait ataupun dikecualikan dari kejahatan.
  2. Sidik jari isotop kerap digunakan pula saat forensik makanan. Sebab, ia dapat mengungkapkan kondisi makanan dan minuman yang dipalsukan, diberi label yang salah, dan memberikan lebih banyak bukti mengenai asal-usulnya.
  3. Analisis isotop stabil, menunjukkan dari mana asal ataupun seseorang berada. Salah satu contohnya, ketika rasio isotop pada rambut dan kuku manusia atau hewan dapat menunjukkan wilayah tempat tinggalnya, kemudian sidik jari isotop yang diukur dalam obat-obatan terlarang, seperti heroin dapat menunjukkan sumber geografis.

Bukti empiris kuantitatif, dapat direproduksi serta mudah divalidasi. Oleh karena itu, pengukuran isotop kerap digunakan di pengadilan sebagai bukti untuk kasus forensik.

Ringkasan eksekutif tahun 2016, The Economist melaporkan Drug Enforcement Administration U.S (DEA) untuk menguji kokain yang dibawa secara ilegal. Dalam hal ini, untuk menentukan sumber asli obat, DEA mengukur kombinasi jejak profil kimiawi dan rasio isotop untuk membentuk sidik jari kokain.

Tak hanya itu, kasus kecelakaan penerbangan 1549  tahun 2009, ahli laboratorium Institut Konservasi Museum Smithsonian di Suitland, MD memerika sidik jari isotop hidrogen dari bulu angsa. Hal ini digunakan, untuk memastikan apakah angsa yang tertabrak berasal dari populasi penduduk atau migrasi.

Aktivitas ini, dilakukan dengan menggukur bulu yang digunakan sebagai penanda geografis. Berdasarkan sidik jari tersebut, mencerminkan jenis vegetasi dalam makanan burung saat ia menumbuhkan bulu baru setelah pergantian bulu.

Penggunaan IRMS dalam penyelidikan di atas, ilmuwan membandingkan sampel bulu dengan sampel dari angsa Kanada yang bermigrasi dan dari angsa yang menetap di sekitar bandara LaGuardia. Analisis ini, mengungkapkan bahwa nilai isotop angsa yang terlibat dalam studi kasus tadi, sangat mirip dengan angsa Kanda yang bermigrasi dari wilayah Labrador. Dengan demikian, bulu angsa yang ditemukan sangat berbeda dengan bulu angsa Kanada yang hidup di sekitar New York.

Meskipun begitu, sidik jari isotop dapat tidak mengindentifikasi seseorang. Tetapi, bukti fisik tersebut dapat mengarahkan penyelidikan ke arah yang benar.

Tahun 2000, IRMS digunakan pula untuk penyelidikan kumpulan jasad manusia tak dikenal yang ditemukan sekitar danau Great Salt di Utah. Penyidik menemukan, adanya perbedaan rasio isotop oksigen di segmen rambut.

Hal tersebut, disebabkan perubahan sidik jari isotop air yang diminum korban. Dengan demikian, penemuan ini membantu memprediksi aktivitas perjalanan yang dilakukannya sehingga membantu membatasi potensi asal lokasi.

Analisis ini, akhirnya mengarah pada penemuan laporan orang hilang yang sesuai dengan banyak fitur sisa-sisa. Beserta, tes DNA antara kerabat yang masih hidup untuk mengkonfirmasi identitas individu tersebut.

Forensic Identification of Human Skeletal Remains Using Isotopes: A Brief History of Applications from Archaeological Dig Sites to Modern Crime Scenes, Lesley Chesson dkk menjelaskan penyelidikan dengan sidik jari isotop tulang manusia ataupun hewan, jaringan, rambut hingga bahan peledak, yakni untuk mengumpulkan informaasi riwayat hidup seseorang.

Isotoppun dapat ditemukan di lingkungan, seperti tanah dan air yang dimasukkan ke dalam jaringan tumbuhan dan hewan melalui makanannya.  Melalui kebiasaan makan, setiap organisme yang menggabungkan isotop spesifik dapat melacak sejarah organisme yang sebenarnya.

Informasi lebih lanjut mengenai sidik jari isotop, sila baca di sini

Reference

assets.thermofisher.com

 

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Gedung Bumi Mandiri Tower I, Lantai 4/410 Jl. Basuki Rahmat 129-137, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.