Artikel
Maret 4, 2021 - Posted by

Istilah pandemi kian ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Berawal dari WHO (World Health Organization), yang menetapkan wabah virus Korona menjadi pandemi global pada 11 Maret 2020. Hal tersebut disebabkan, penyebaran virus korona yang meningkat 13 kali lipat dalam kurun waktu dua minggu. Penetapan ini, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan pemimpin dunia akan virus Korona. Akan tetapi, pelbagai potensi pandemi baru mulai bermunculan.

 

Definisi pandemi menurut KBBI ialah sebuah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana meliputi daerah geografi yang luas. Dapat dikatakan pula, pandemi adalah saat epidemi yang terjadi telah melintasi batas skala internasional dan berpengaruh dalam jumlah besar.

 

Penyebab pandemi ialah virus bermutasi dan memiliki daya penularan yang cepat dan meningkat. WHO (World Health Organization) memaparkan bahwa pandemi dapat terjadi saat sudah memenuhi tiga kondisi, yaitu.

 

  1. Munculnya penyakit baru pada populasi.
  2. Menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit serius.
  3. Menyebar dengan mudah dan berkelanjutan antara manusia.

 

Selanjutnya, WHO pun menjabarkan tahapan pandemi dalam tiga periode, yakni interpandemic period, pandemic alert period, pandemic period. Pandemi sendiri, berawal dari sebuah wabah yang berubah menajdi epidemi dan berujung pandemi jikalau virus ataupun penyakit tersebut tersebar secara luas hingga seluruh dunia dengan sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Walaupun terdengar seolah tidak mungkin berakhir, namun pandemi tetap dapat berakhir meskipun tidak dalam waktu yang cepat. Hingga saat ini, dalam sejarah pandemi tercatat 20 kasus yang telah terjadi di dunia, beberapa diantaranya adalah:

 

  • Pes Justinians Plague (527 – 565), wabah ini terjadi selama 225 tahun dengan korban tewas lebih dari 25 juta orang.
  • Wabah Hitam (Black Death) (1347 – 1351), wabah ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis dan menewaskan 75 juta orang.
  • Flu Spanyol (pandemi Influenza) (1918 dan 1919) terdapat 500 juta orang tewas di seluruh dunia dengan 675.000 korban tewas di AS.
  • Cacar memakan ratusan juta korban jiwa dan berhasil diberantas tahun 1979.
  • Tuberklosis, sekitar 1.8 miliar manusia terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis (M.tb) dan sekitar 1.5 juta korban tewas.
  • Flu Asia (H2N2) (1957), sekitar 1.1 juta orang tewas akibat virus ini.
  • Flu 2009 (H1N1) memakan 575.400 orang tewas.
  • HIV/AIDS (1980) sekitar 65 juta orang terinfeksi dan 25 juta kematian di seluruh dunia.

 

Munculnya Pandemi Baru

 

 

Isu potensi pandemi baru telah menjadi topik hangat di lingkup peneliti dan masyarakat global sejak tahun 2020. Hal ini diakibatkan, terdapat selusin patogen mematikan yang ada di dunia bahkan adanya kemungkinan penyakit yang belum diketahui dan terdeteksi. Dengan demikian, bahwa seluruh virus di dunia memiliki potensi menjadi ancaman pandemi baru.

 

Tahun 2020, terdapat dua virus yang berpotensi menjadi pandemi baru, misalnya Virus Nipah (NIV) dan Disease X. Kedua virus ini, memiliki potensi dapat menginfeksi banyak manusia dan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan SARS-COV-2.

 

Virus Nipah

Virus Nipah merupakan virus RNA yang berasal dari kelalawar buah (kelalawar Preropus). Virus ini, telah menyebabkan wabah di Malaysia, Singapura, India, dan Australia Utara selama 20 tahun terakhir. Virus Nipah sendiri pertama kali dikenal pada tahun 1999  di lingkungan peternak babi di Malaysia. Kala itu, tercatat 265 kasus ensefalitis (peradangan otak) akut dan sejak saat itu selalu terjadi wabah kecil  dari tahun 2000 – 2020. Salah satu penyebab infeksi ini, ialah kontak langsung dengan babi yang sakit ataupun yang terkontamiansi.

 

Pada tahun 2001 – 2004, keberadaan virus Nipah ditemukan di Bangladesh dan India. Penyebab utama infeksi adalah konsumsi produk buah-buahan (jus kurma mentah) yang terkontaminasi dengan air liur ataupun urin dari kelalawar buah yang terinfeksi. Gejala virus Nipah akan muncul dalam waktu 4 – 14 hari setelah infeksi dan virus dapat berinkubasi hingga 45 hari. Gejala virus ini meliputi, demam, muntah, sakit kepala kemudian diikuti oleh gejala neurologis dan ensefalitis akut.

 

Hingga saat ini,  virus nipah belum memiliki obat ataupun penanganan untuk melawannya. Kendati demikian, virus ini tidak dapat ditularkan melalui udara namun menyebar melalui kontak dengan kelalawar buah dan makanan yang terkontaminasi oleh kelalawar buah yang terinfeksi.

 

Disease X

WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa Disease X merupakan wabah yang dikhawatirkan menyebabkan permasalahan serius di seluruh dunia suatu saat nanti. Hal ini bertujuan, untuk memberikan kesiagaan bahwa pandemi virus lain dapat terjadi di beberapa waktu ke depan.

 

Sayangnya, gejala Disease X belum dapat teridentifikasi dengan tepat saat ini. Beberapa waktu lalu, peneliti menemukan keanehan pada kasus wanita di Kongo. Sebab, wanita tersebut memiliki gejala yang aneh dan dinyatakan negatif pada seluruh tes kesehatan, pun ebola.

 

Sehubungan dengan itu, peneliti berhipotesis bahwa kondisi wanita tersebut memiliki hubungan dengan Disease X sehingga ia disebut dengan pasien nol. Beberapa hal yang dikhawatirkan oleh peneliti, yakni kemampuan menyebar penyakit ini sangat cepat seperti SARS-COV-2 dan diperkirakan memiliki tingkat kematian sekitar 50% –  90%.

 

Berdasarkan pemaparan di atas, bahwa tiap virus yang memiliki potensi menjadi pandemi baru. berikut beberapa faktor yang menajdi pertimbangan untuk pandemi baru: tingkat virulensi virus, cara penularan, angka mortalitas, kekebalan manusia, kesiapan tenaga kesehatan serta kesiapan sistem kesehatan untuk mengobati. Untuk itu, diperlukan persiapan masyarakat dalam menghadapi pandemi yang akan datang dengan menjaga kesehatan, kebersihan, dan imunitas tubuh.

 

Reference:

science.sciencemag.org/content/288/5470/1432.full

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Gedung Bumi Mandiri Tower I, Lantai 4/410 Jl. Basuki Rahmat 129-137, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.