Artikel
September 3, 2020 - Posted by

Di masa pandemi COVID 19 seperti sekarang, wajar jika kita khawatir terkena virus corona, apalagi bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami dampak berat dari penyakit ini. Agar kita dan keluarga bisa lebih tenang dan terjaga dari ancaman virus corona, selain dengan melakukan pencegahan penularan, penting juga untuk melakukan tes agar kita bisa mendeteksi covid 19 ada atau tidaknya di dalam tubuh kita. Untuk mengetahui beda Rapid Test dan PCR lebih lanjut, yuk baca artikel di bawah ini.

Saat ini di Indonesia, ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mendeteksi virus corona, yaitu rapid test dan (Polymerase Chain Reaction) PCR swab test. Meski sama-sama digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus corona, kedua jenis tes tersebut memiliki beberapa perbedaan. Apa saja? Simak perbedaan dan prosedurnya di bawah ini:

Tujuan Pemeriksaan

  • Rapid Test untuk Skrining.
  • PCR (Polymerase Chain Reaction) Swab untuk diagnosa pasti.

Jenis Sampel

Salah satu perbedaan dari PCR swab test dan rapid test adalah jenis sampel yang diambil. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mendiagnosis apakah positif COVID 19 atau tidak. Metode rapid test memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Saat tubuh kita mendeteksi adanya keberadaan virus pada tubuh, secara otomatis tubuh kita membentuk antibodi. Jadi, jika di dalam tubuh kita terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM dalam tubuh akan bertambah. Hasil rapid test ini dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM dalam darah. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif berarti ada infeksi virus.

Artikel Terkait : Fungsi Aplikasi PCR Selain Diagnosa Penyakit

Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis pasti yang menggambarkan infeksi positif COVID 19. Maka, jika seseorang dengan hasil rapid test reaktif maupun non reaktif akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan tes PCR swab. Pemeriksaan PCR swab test menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Dua area tersebut dipilih karena menjadi tempat virus menggandakan dirinya. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Hasil akhir dari pemeriksaan PCR swab test ini nantinya akan benar-benar mendeteksi keberadaan virus SARS COV 2 di dalam tubuh seseorang yang terinfeksi virus tersebut.

Waktu Hasil Pemeriksaan

Beda PCR dan Rapid Test untuk mengeluarkan hasil tes COVID 19, Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit sedangkan pemeriksaan menggunakan metode PCR swab test membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasilnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Kedua Metode Tes

Prosedur rapid dan swab test

Salah satu kelebihan rapid test adalah kecepatan dan kemudahannya. Cara ini juga bisa menjadi alternatif untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan dengan cepat. Kekurangannya, hasil rapid tes ini bisa digunakan untuk menguji ada atau tidaknya tubuh kita terpapar virus namun hasil pemeriksaan tidak bisa digunakan langsung untuk mendiagnosis pasti COVID 19.

Lalu, kelebihan pemeriksaan PCR swab test adalah keakuratannya dalam deteksi virus corona. Namun, kekurangan dari metode ini adalah pemeriksaan yang sedikit lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Gedung Bumi Mandiri Tower I, Lantai 4/410 Jl. Basuki Rahmat 129-137, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.