Artikel
Februari 10, 2022 - Posted by

Kanker serviks merupakan sel kanker yang tumbuh di sel leher Rahim. Dengan kata lain, adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak normal dan kian berkembang tanpa kendali.

Perkembangan jenis kanker ini, secara perlahan dan akan menunjukkan gejala jika telah masuk stadium lanjut. Dengan demikian, pendeteksian kanker serviks sejak dini sangat diperlukan untuk menghindari masalah serius.

Seluk beluk kanker serviks

Serviks adalah leher rahim yang berbentuk tabung dan memiliki fungsi untuk menghubungkan vagina dengan rahim. Saat terjadinya kanker serviks, sel-sel abnormal tadi berkembang dengan cepat sehingga menjadi tumor.

Tumor tadi ialah tumor ganas yang menjadi penyebab kanker serviks. Lalu, tumor tadi tidak hanya menjadi penyebab kanker namun memiliki potensi akan tumbuh hingga ke jaringan leher rahim lebih dalam.

Bahkan, ia dapat menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya, seperti paru-paru, hati, kandung kemih, dan vagina. Perlu diketahui, kanker serviks adalah salah satu dari pelbagai jenis kanker yang kerap terjadi pada wanita.

Data dari WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa kanker serviks adalah salah satu dari pelbagai jenis kanker yang kerap terjadi pada wanita. Di Indonesia sendiri, kasus kanker serviks menempati peringkat kedua jenis kanker yang kerap ditemukan dengan jumlah kasus 40.000 tiap tahunnya.

Selain itu, adapun dua jenis kanker leher rahim yang mungkin dialami wanita, di antaranya.

  • Adenocarcinoma, kanker yang berawal di sel glandular (dinding kanal serviks).
  • Squamous cell carcinoma, jenis kanker yang kerap terjadi dan terdapat pada dinding bagian luar leher rahim mengarah ke vagina.

Penyebab kanker leher rahim

Dua dari 100 jenis virus HPV yang menjadi penyebab kanker leher rahim, yaitu HPV-16 dan HPV-18. Yang dimaksud HPV, yakni sekelompok virus yang dapat menyebar melalui hubungan seksual, seperti kontak langsung antara kulit kelamin, seks oral, dan pertukaran cairan tubuh.

Kasus kanker leher rahim kian meningkat pada tahun 2012 jumlah penyandang kanker leher rahim, yaitu hampir 445 ribu. Umumnya, penyandang kanker leher rahim ialah wanita yang aktif secara seksual.

Meskipun begitu, terinfeksinya virus HPV tidak serta merta dapat langsung terkena kanker leher rahim. Hal ini dikarenakan, virus HPV dapat menjadi penyebab penyakit kanker lainnya, antara lain kanker dubur, kanker tenggorokan, kanker vagina, dan kanker lidah. Berikut faktor-faktor yang menjadi risiko kanker leher rahim.

  1. Melakukan aktivitas seks terlalu dini
  2. Bergonta-ganti pasangan seks
  3. Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah
  4. Merokok
  5. Menggunakan pil KB jangka panjang
  6. Adanya rekam jejak infeksi menular seksual lainnya
  7. Memiliki kebiasaan makan-makanan tidak sehat
  8. Adanya Riwayat keluarga pengidap kanker serviks

Gejala kanker serviks

Pada tahap awal, pengidap kanker leher rahim tidak adanya gejala yang signifikan. Hal ini disebabkan, tidak adanya gejala awal hingga tumor terbentuk.

Setelah tumor terbentuk maka ia dapat mendorong organ di sekitarnya kemudian, mengganggu sel-sel sehat. Di bawah ini gejala kanker leher rahim yang dapat ditandai.

  • Pendarahan tidak wajar dari vagina (tidak dalam keadaan menstruasi), masa menstruasi yang lebih panjang, adanya pendarahan setelah menopause, pendarahan saat berhubungan seks, setelah buang air besar.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Mudah Lelah dan bada lemas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan menurun tanpa adanya diet
  • Keputihan yang tidak normal, misalnya disertai darah dan berbau menyengat
  • Nyeri pada panggul dan saat berhubungan seks.

Untuk itu, jika mengalami gejala di atas segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Cara terbaik yang dapat dilakukan, untuk mendeteksi kesehatan alat reproduksi, yakni tes pap smear.

Tes ini dilakukan, dengan mengumpulkan sampel sel dari leher rahim untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan pap smear akan memperlihatkan kehadiran sel prankanker pada leher rahim.

Tidak hanya melalui pemeriksaan pap smear, tes dini kanker serviks dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Cone biopsy, pengangkatan bagian kecil berbentuk kerucut pada leher rahim untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Kolposkopi, prosedur ini dilakuakn dengan mikroskop kecil dengan sumber cahaya di ujung untuk memeriksa keadaan serviks.

Terapi kanker leher rahim

Pengobatan kanker serviks dapat terbilang agak rumit. Prosedur pengobatan kanker leher rahim ini terdiri atas tiga pilihan penanganan utama.

  1. Operasi, tindakan pengangkatan bagian leher rahim yang terinfeksi kanker. Adapun tiga teknik pengangkatan yang dapat dilakukan, seperti.
  • Radical trachelectomy, pengangkatan leher rahim, jaringan sekitarnya serta bagian atas vagina. Namun, rahim masih pada tempatnya. Biasanya, teknik ini dilakukan pada tahap awal kanker serviks.
  • Histerektomi total, prosedur pengangkatan leher rahim dan rahim.
  • Pelvic exenteration, pengangkatan ini termasuk operasi besar sebab mengangkat vagina, serviks, rahim, indung telur, kemih, tuba falopi, dan rectum.
  1. Radioterapi, penanganan ini kerap dikombinasikan oleh pengangkatan operasi. Hal ini dialkukan, untuk mengurangi pendarahan dan rasa sakit.
  2. Kemoterapi, pengobatan ini dapat dilakukan secara tunggal ataupun dikombinasikan radioterapi. Metode ini, dilakukan untuk mencegah pertumbuhan kanker.

Pencegahan kanker serviks

Perubahan gaya hidup dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Beirkut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks.

  • Usia di bawah 26 tahun dipastikan mendapat vaksin HPV
  • Melakukan tes pap smear untuk deteksi HPV
  • Melakukan hubungan seksual yang aman, agar terhindar dari infeksi HPV
  • Menjaga pola hidup sehat

Untuk itu, kanker serviks termasuk jenis kanker yang perlu diwaspadai. Karenanya, diperlukan pemeriksaan sejak dini serta pencegahan.

Reference

nhs.uk

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Japfa Indoland Center, Japfa Tower II Lt. 8/810 Jl. Panglima Sudirman No. 66-68, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.