img post thumbnail url
Articles
Januari 14, 2022 - Posted by

Banyaknya jenis detektor HPLC di pasaran, sering membuat kita bingung. Padahal, peran detektor sangat penting bagi sebuah HPLC. Jika salah pilih detektor, kita tidak bisa melihat dan mengukur konsentrasi analit dengan benar.

Lalu, apa aja jenis detektor HPLC dan apa perbedaan dari masing-masing detektor?

Jenis- jenis detektor HPLC

Saat ingin membeli jam tangan, pasti kita memikirkan aktivitas apa dan tujuan yang akan kita lakukan dengan jam tangan tersebut, misalnya rutinitas pekerjaan Anda sangat padat. Anda butuh jam tangan yang memudahkan aktivitas dalam bekerja, maka jenis smartwatch lebih cocok untuk dibeli. Tiap jam tangan memiliki tujuannya masing-masing. Meskipun, ada pula yang bisa dipakai di beberapa acara.

Selaras dengan jam tangan, detektor HPLC juga memiliki tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis detektor, Anda harus mengetahui tipe analit yang akan dianalisis dan sifat fisikokimia dari senyawa tersebut. Mari kita bahas berbagai macam detektor HPLC.

Charged Aerosol Detector (CAD)

Molekul yang dapat diukur oleh CAD sangat beragam. Mulai dari farmasi (molekul kecil dan besar), biomolekul, makanan, minuman, polimer, dan lain-lain. Jenis detektor HPLC ini, mampu mendeteksi analit tanpa kromofor. Selain itu, CAD mampu mendeteksi analit bersifat non atau semi volatil. Juga, dapat digunakan untuk kuantitasi relatif tanpa menggunakan standar referensi. Kelebihan lainnya, CAD mengatasi bias yang sering terjadi pada jenis detektor lainnya. Limit deteksi detektor ini adalah high picogram (pg).

Diode Array Detector (DAD)

DAD hanya digunakan untuk analisis kemurnian analit atau elusi puncak pengotor (impurity peak) dengan limit deteksi nanogram (ng). DAD merupakan jenis detektor penyerapan UV-Vis, hanya bisa digunakan untuk mendeteksi analit yang memiliki kromofor. Susunan dioda memungkinkan akuisisi simultan diberbagai panjang gelombang bukan hanya satu. Data yang dihasilkan dari detektor ini, dalam bentuk 3D (3D field acquisition). DAD memberikan sensitivitas yang lebih tinggi dan near-uniform response. Cocok digunakan untuk analisis trace impurities.

Variable Wavelength Detector (VWD)

VWD mengukur absorpsi beberapa panjang gelombang. Deteksi VWD menggunakan single photo diode. Prinsip kerja dan jenis analit yang dianalisis VWD sama dengan DAD. Perbedaanya, linearitas dan ketahanan VWD di atas DAD. Selain itu, bisa digunakan untuk menganalisis sampai dengan empat panjang gelombang. Jenis detektor HPLC ini memiliki limit deteksi nanogram. Sebagai hasilnya, VWD lebih cocok digunakan untuk prosedur pengecekan QC. Baik VWD dan DAD sangat mudah digunakan serta biayanya efektif.

Multiple Wavelength Detector (MWD)

Sama seperti jenis detektor VWD dan DAD, MWD juga bagian dari detektor UV-Vis. Sebagai hasilnya, sampel analit harus mengandung kromofor. Prinsip kerjanya dengan memanfaatkan interaksi antara materi dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Akan tetapi, limit rate akuisisinya hanya sampai 100 Hz. Berbeda dengan VWD, MWD dapat menganalisis hingga delapan panjang gelombang. Jenis detektor ini bisa dihubungkan dengan HPLC Vanquish Core. Sama seperti VWD, LOD MWD juga nanogram (ng).

Flourescene Detector (FLD)

Jenis detektor HPLC yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi, tiga sampai enam kali lipat lebih tinggi dibanding detektor UV-VIS. Sejalan dengan itu, FLD mampu mendeteksi beberapa pasang panjang gelombang eksitasi atau emisi secara bersamaan. Namun, analit harus mengandung flourofor, diturunkan, atau diberi label flouresen. LOD detektor FLD adalah femtogram hingga picogram.

Refractive Index Detectors (RID)

RID mendeteksi komponen berdasarkan pembiasan cahaya dalam larutan. Bekerja dengan cara mengukur perbedaan antara indeks bias fase gerak dan defleksi sampel menggunakan Hukum Snell. Senyawa yang bisa dideteksi adalah senyawa yang memiliki gugus kromofor lemah serta untuk deteksi gula dan polimer.

LOD dari RID adalah microgram (μg). Tidak cocok untuk metode gradien dan juga sensitivitasnya relatif rendah. Detektor HPLC ini bisa untuk menganalisis analit tanpa kandungan kromofor.

Mass Spectrometry (MS)

Fungsi detektor MS adalah mendeteksi dan mengidentifikasi senyawa dengan limit deteksi low picogram (pg). Cara kerjanya dengan menggunakan laju aliran kromatografi cair yang berbeda. Contohnya, nano, mikro, kapiler, dan analitis. MS mempunyai sensitivitas yang tinggi. Sejalan dengan itu, jangkauan deteksi dan identifikasi senyawa luas.

Conductivity dan pH Monitor

Sebenarnya monitor pH dan konduktivitas bukanlah detektor HPLC. Seperti namanya, monitor pH dan konduktivitas digunakan untuk memantau gradien pH dan garam. Aplikasinya dipakai dalam pemisahan biofarmasi. Selaras dengan itu, juga digunakan untuk analisa dan purifikasi antibodi & protein.

 

Pemilihan detektor HPLC tentunya membutuhkan informasi yang lebih detail. Sila hubungi kami di sales@genecraftlabs.com. Tim kami akan membantu Anda menemukan jenis detektor yang tepat untuk laboratorium Anda.

 

Reference:

Pawellek, Ruben, et all. Charged Aerosol Detector Response Modeling for Fatty Acids Based on Experimental Settings and Molecular Features: A Machine Learning Approach. 2021. Journal of Cheminformatics.

ChromTim. 2018. Detectors Technologies for (U)HPLC. analyteguru.com/t5/Blog/Detector-Technologies-for-U-HPLC/ba-p/3406

Mizell, Jerry. Diode Array Detection Can Be Used to Identify Unknown Peaks Observed in Chromatography. metricscontractservices.com

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Japfa Indoland Center, Japfa Tower II Lt. 8/810 Jl. Panglima Sudirman No. 66-68, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.