Artikel
Desember 24, 2021 - Posted by

Beragam jenis sel dapat tumbuh lebih baik dengan konsentrasi oksigen yang minim. Konsentrasi oksigen yang lebih rendah memberikan simulasi lebih baik dari kondisi fisiologis. Kondisi ini, disebut dengan hipoxia yang mengacu pada konsentrasi oksigen di bawah nilai standar (normoxia).

Hipoxia sebagai akselerator pertumbuhan

Budidaya in vitro dari kultur sel mamalia dalam inkubator CO2 bertujuan untuk000 mensimulasikan kondisi fisiologis sebenarnya. Hal ini dikarenakan, inkubator dapat mengontrol empat faktor utama, yaitu suhu, osmolaritas, kosentrasi CO2, dan juga tekanan parsial oksigen.

Layaknya lingkungan kerja, suplai oksigen yang benar berperan sebagai kunci dalam respon sel.  Hasil suatu penelitian beberapa tahun silam menunjukkan, konsentrasi oksigen dalam pelbagai jenis sel tubuh manusia sangat bervariasi.

Bahkan, kerap kali di bawah 21% (normoxia). Selanjutnya, pada jaringan lemak memiliki konsentrasi oksigen berkisar 10 – 15% namun pada sumsum tulang kadar O2 ditemukan hanya berkisar 6 – 7%.

Istilah hipoxia tidak hanya mengacu pada penelitian mengenai gangguan hipoxia (mengacu dalam kasus luar biasa). Melainkan, hipoxia adalah budidaya sel dalam kondisi jumlah oksigen yang minim.

Area aplikasi hipoxia cukup luas, contoh utama dari aplikasi ini ialah penelitian sel punca. Kondisi hipoxia dianggap ideal untuk penelitian kultur sel primer dan kultur embrio.

Dengan demikian, diperlukan inkubator CO2 yang dapat mengatur suplai oksigen sesuai kebutuhan. Selain hipoxia, inkubator CO2 tadi dapat digunakan untuk simulasi kondisi hiperoksia (21 hingga 90%).

Seperti diketahui, keadaan hiperoksia sangat ideal untuk penelitian jaringan sensitif, misalnya paru-paru dan retina. Kandungan oksigen yang berkurang hingga tingkat konstan tertentu secara terkendali adalah proses

Kandungan oksigen yang berkurang hingga konstan secara terkendali merupakan proses yang kompleks dan perlu diulang tiap ruangan uji terbuka. Karenanya, dibutuhkannya inkubator CO2 untuk menanggulangi hal tersebut terjadi.

Pun, risiko pH media akan meningkat tiap ruang uji terbuka sehingga menyebabkan alkalosis pada kultur sel, yang diakibatkan penurunan CO2 secara drastis. Sebab itu, inkubator yang baik menjamin waktu pemulihan CO2 dengan cepat.

Seri inkubator Binder CB CO2 untuk budidaya dengan hipoksia

Salah satu, seri inkubator CO2 yang tepat untuk budidaya sel dengan hipoxia, yaitu inkubator CB CO2 dari Binder. Adapun, alasan utama untuk menggunakan seri ini adalah menyediakan kondisi pertumbuhan yang sangat baik untuk kultur sel dan jaringan.

Kontrol konsentrasi oksigen pada seri ini dapat dilakukan secara tepat hingga 0.2% dan siklus dekontaminasi udara panas 180°C yang dikendalikan oleh program. Di samping itu, seri Binder CB termasuk dalam rangkaian premium untuk seluruh pekerjaan inkubasi yang sensitif.

Jika Anda berminat untuk memiliki Inkubator CB CO2 dari Binder sila hubungi GeneCraftLabs

melalui email kami di sales@genecraftlabs.com

Team kami akan membantu Anda menemukan inkubator CO2 yang tepat serta produk dari Binder lainnya. Sebagai distributor laboratorium di Indonesia, kami dapat membantu memenuhi perlengkapan laboratorium Anda

secara tepat dan cepat.

 

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Gedung Bumi Mandiri Tower I, Lantai 4/410 Jl. Basuki Rahmat 129-137, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.