Artikel
Maret 24, 2022 - Posted by

Produk halal tidak hanya dibutuhkan di negara muslim, tapi juga negara non-muslim. Pariwisata halal di negara non-OIC (Organizations of the Islamic Conference), seperti Korea Selatan, Jepang, dan Thailand, menjadi alasan terbesar. Wisatawan muslim sendiri, menyumbang devisa negara sekitar 220 miliar USD pada tahun 2020. Selaras dengan itu, konsumsi produk halal pun mencapai 1.978 miliar USD pada tahun 2021. Potensi ini, dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memasarkan produknya yang bersertifikasi halal.

Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, telah mewajibkan produk dan jasa yang ditawarkan bersertifikat halal. Misalnya, produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, jasa penyembelihan, dan jasa pengolahan. Ketentuan mengenai jaminan produk halal di Indonesia diatur melalui UU No 33 Tahun 2014 dan PP No 31 Tahun 2019.

 

Standar Penetapan Halal

Perubahan logo halal di Indonesia pada tahun ini menandakan perpindahan wewenang dari MUI ke BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). BPJPH menjadi lembaga pemerintah yang menerbitkan sertifikat halal dan label halal. Label halal baru, diberlakukan secara nasional mulai tanggal 1 Maret 2022. Perbedaan logo halal yang lama dan baru terletak pada warna, kaligrafi, serta tulisan nama lembaganya.

Pada logo halal yang lama, warna hijau dan putih mendominasi dengan tulisan halal dalam Bahasa Arab. Juga, nama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi, tercantum di dalamnya. Sedangkan pada logo baru, dominan berwarna ungu dan tulisan halal ditulis dalam kaligrafi khat kufi. Nama MUI diganti menjadi “Halal Indonesia” pada logo halal yang baru.

Penilaian halal dan haramnya suatu produk dapat didasarkan pada sumber sekunder, yaitu pendapat ulama fiqih. Definisi halal menurut fiqih ada empat. Pertama adalah istihalah, di mana produk haram jika sudah berubah wujud, maka tidak menjadi haram lagi. Misalnya, kapsul yang terbuat dari gelatin babi. Kedua, istihlak yang merupakan bercampurnya produk haram dengan halal. Namun, jumlah produk halalnya lebih banyak sehingga, menghilangkan bau, rasa, dan warna. Jadi, status keharamannya juga hilang.

Ketiga, ikhtilath di mana pencampuran antara produk haram dan halal akan membuat produk halal tersebut menjadi haram. Walaupun, hasil pencampuran ini menyebabkan produk haram tidak terdeteksi pada produk akhir. Contohnya, vaksin yang menggunakan komposisi babi. Terakhir, adalah intifa. Intifa merupakan pemanfaatan barang haram dalam bentuk dan sekecil apapun, maka hukumnya haram.

Standar sertifikasi produk halal Indonesia mengacu pada Surat Al-Maidah Ayat 88 serta kaidah intifa dan ikhtilat. BPJPH menetapkan standar halal yang ketat dengan prinsip “Zero Tolerance”, yaitu tidak ada toleransi masuknya bahan haram dan najis ke dalam bahan halal, baik sengaja dicampurkan atau tidak sengaja terkontaminasi. Selaras dengan itu, komposisi yang digunakan dan diperoleh tidak sekedar halal, tetapi juga thayyib. Thayyib merupakan baik, aman untuk dikonsumsi, bersih, menyehatkan, dan bermutu dalam aspek fisik, kimia, dan biologisnya. Sementara, halal merupakan segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk dilaksanakan atau digunakan dalam agama Islam. Dengan demikian, sesungguhnya, produk halal Indonesia mencakup mutu Food Safety, GMP, dan ISO.

 

Bagaimana Cara Mengetahui Produk Halal?

Laboratorium BPJPH menggunakan empat metode analisis untuk memeriksa kehalalan makanan, yaitu analisis DNA, protein, lipid (lemak), dan alkohol. Analisis DNA dilakukan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode ini memanfaatkan urutan DNA mitokondria, yang mana makhluk hidup memiliki sekitar seribu mitokondria dan setiap mitokondria memiliki 10 salinan DNA yang khas. Sementara, analisis keberadaan alkohol dilakukan menggunakan GC-MS dan analisis lemak dilakukan dengan FTIR. Sedangkan, analisis protein dilakukan dengan metode High Resolution Mass Spectrometry Liquid Chromatography – Mass Spectrometer (HRMS LC-MS).

 

 

Teruntuk, deteksi protein spesifik pada produk halal, diamati melalui jaringan sel hewan. Pendeteksian ini dilakukan pada sampel daging mentah maupun olahan daging seperti sosis, kornet, bakso, dan lain-lain. Teknik yang umum dipakai untuk analisis protein, yaitu teknik proteomik bawah-atas (bottom-up proteomic). Nantinya, output dari teknik proteomik bawah-atas adalah urutan peptida triptik, yang mana urutan ini unik bagi setiap jenis hewan.

Analisis proteomik bawah-atas dimulai dengan memotong sampel daging menjadi beberapa bagian kecil. Setiap 1g daging, dicampur dengan 5mL akuades, dan dihomogenkan agar siap dianalisis. Setelahnya, protein diekstrak dan dicerna (digestion) dengan 2µg tripsin proteomics-grade pada suhu 40°C selama 24 jam. Hasil digestion sampel, ditambahkan 500 µL larutan TFA 1%. Kemudian, sampel disentrifugasi pada 12000 g selama 10 menit dan 200 µL supernatan dipindahkan ke vial injeksi Thermo Scientific Exactive Orbitrap.

Berikut, hasil analisis proteomik bawah-atas dalam mendeteksi peptida triptik di myoglobin, myosin-1, myosin-2, dan β-hemoglobin pada sampel daging mentah.

 

halal myoglobin

Gambar 1. Peptide Prototypic Myoglobin Pada Spesies Hewan.

 

Gambar 2. Peptida proteolytic lainnya yang diidentifikasi dari spesies hewan.

 

Gambar 3. Kromatogram dari sampel daging yang dicampur dengan 1% daging babi.

 

Dari data yang ditampilkan, metode HRMS LC-MS teruji handal dalam mendeteksi autentikasi daging. Sila baca selengkapnya mengenai metode ini untuk analisis produk halal di catatan aplikasi ini.

Apakah kamu sudah mendaftarkan produkmu untuk mendapatkan sertifikasi halal?

Yuk segera daftar di laman ptsp.halal.go.id/!

 

Reference:

halal.ipb.ac.id

halal.go.id

hospitalityinsights.ehl.edu

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Japfa Indoland Center, Japfa Tower II Lt. 8/810 Jl. Panglima Sudirman No. 66-68, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.