Artikel
Januari 24, 2022 - Posted by

Kromium (III) dan kromium (VI) adalah jenis kromium yang umum ditemukan di lingkungan. Kromium (Cr) sendiri, pertama kali ditemukan oleh Nicolas-Louis Vauquelin pada tahun 1797. Nama kromium diambil dari bahasa Yunani, chrōmos, artinya warna. Sebab, logam berat ini memiliki warna yang bervariasi mulai dari warna hijau zamrud, serpentine, oranye, hingga merah rubi.

Kromium merupakan salah satu jenis logam berat. Logam berat mempunyai massa jenis 5,0 g/cm3 atau lebih. Selaras dengan itu, kromium bersifat keras, mengkilap, dan mudah pecah. Titik didih kromium sekitar 2642º C dan titik lelehnya 1900º C. Kandungannya banyak ditemukan di air, tanah, hewan, batu, dan tanaman.

Lalu, apa itu kromium (III) dan kromium (VI)? Apakah keduanya berbahaya bagi tubuh manusia? dan bagaimana cara menganalisis kedua zat tersebut?

 

Kromium (III) dan Kromium (VI)

Cr (III) atau trivalen masih dibutuhkan oleh tubuh manusia. Cr (III) berfungsi dalam metabolisme lipid (lemak tubuh), membantu menurunkan kadar gula darah, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Kandungan yang disarankan untuk dikonsumsi setiap harinya sebesar 50 – 200 μg/d untuk orang dewasa. Jika lebih dari itu, maka sangat berbahaya bagi tubuh. Saluran pernapasan menjadi target utama dari keracunan trivalen.

Sementara itu, Cr (VI) atau heksavalen, beracun dan berbahaya bagi manusia serta lingkungan, tergolong ke dalam karsinogen. Efek yang ditimbulkan dari paparan zat tersebut bagi manusia antara lain dermatitis, pneumonia, asma, bronkitis, ginjal, hati, gastrointestinal, dan sistem imun.  Karenanya, banyak negara yang mengatur secara ketat konsentrasi heksavalen dalam air minum dan air limbah.

Misalnya, negara bagian California yang menetapkan regulasi kadar Cr (VI) dalam air minum sebesar 0.2 g/L. Heksavalen terlarut dapat diukur sebagai ion kromat mengikuti Metode 218.6 dari US Environmental Agency (EPA). Metode ini dapat dianalisis menggunakan kromatografi ion dan kolom Thermo Scientific™ Dionex™ IonPac™.

 

Pemisahan Kromium (III) dan Kromium (VI)

Pemisahan kromium (III) dan kromium (VI) sangat rumit karena adanya aqueous chemistry dari masing-masing unsur. Sebab, kromium (III) sebagai kation dalam larutan dan kromium (VI) sebagai anion. Namun, hal ini dipengaruhi oleh pH larutan.

Mendekati pH netral, Cr (III) akan membentuk spesi hidrokso-Cr (III) dan pada pH basa membentuk endapan hidroksida. Semakin meningkatnya pH, Cr (III) dapat teroksidasi membentuk Cr (VI) (kromat). Upaya untuk mengambil kromium (III) dengan menurunkan pH larutan, dapat menyebabkan hilangnya kromium (VI).

Ketika membuat preparasi sampel dan metode analisis untuk menentukan kandungan Cr (III) dan Cr (VI), tantangan terbesarnya yaitu memastikan bahwa prosedur preparasi dan analisis sampel tidak mengubah distribusi bilangan oksidasi dalam sampel.

Contoh, preparasi sampel tanah dan air limbah menggunakan metode kromatografi. Preparasi dilakukan dengan menambahkan nitric acid, eluent stock, dan concentrated nitric acid. Kemudian, sampel dan campurannya diaduk di dalam water bath mendidih selama 30 menit. Campuran tersebut didiamkan pada suhu ruang. Lalu, pindahkan ke dalam labu takar 100 mL, dan didihkan dengan air DI. Saring sampel dengan kertas saring kualitatif 2, 110mm.

Proses selanjutnya, kromium (III) dan kromium (VI) dipisahkan memakai kolom Dionex IonPac CS5A. Kolom ini berbahan resin yang mengandung gugus fungsi penukar kation dan anion. Resin dalam kolom Dionex IonPac CS5A memiliki kapasitas yang lebih rendah dan rasio anion-kation adalah 2:1.

Kromium trivalen dipisahkan menjadi Cr (PDCA2-) complex menggunakan reagent Pyridine-2,6-dicarboxylic acid (PDCA) berdasarkan sistem eluen. Sedangkan, Kromium Hexavalent diubah menjadi ion kromat (CrO42-). Kromat tidak membentuk kompleks dengan PDCA. Karena kinetika pertukaran ligan yang lambat untuk Cr (III), derivatisasi prakolom dengan PDCA digunakan untuk membentuk Cr (III)-PDCA complex dalam sampel.

Selanjutnya, untuk mengetahui detail preparasi sampel dan metode analisis terbaru, dapat dilihat di sini.

 

Reference:

britannica.com/science/chromium

US Environmental Protection Agency – Chromium Compounds Guide

gurupendidikan.co.id

kelair.bppt.go.id

sainskimia.com

Our Location

HEAD QUARTERS - JAKARTA

  • Kebon Jeruk Business Park Blok F2-9, Jl. Raya Meruya Ilir No.88, Meruya Utara, Jakarta Barat - 11620

CIKARANG OFFICE

  • CBD Jababeka Blok A-8 Jl. Niaga Raya Kav. AA3, Jababeka II Pasar Sari

SURABAYA OFFICE

  • Japfa Indoland Center, Japfa Tower II Lt. 8/810 Jl. Panglima Sudirman No. 66-68, Surabaya 60271

MEDAN OFFICE

  • Regus Forum Nine, 9th Floor Jl. Imam Bonjol No 9, Medan 20112

Get In Touch with Us

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.